Ini bukan apa-apa hanya ketangguhan yang kalah
Takut, segan, malu yang tak mau mengalah
Ribuan angguk jantung kala mata memandang
Satu hamba-Mu yang tinggal hiasi angan
Mati jera walau begitu saja
Hanya punya takut dan segan yang tak mau mengalah
Sadarkah akan sepasang mata malu-malu?
Yang dari antah berantah selalu tau lagumu
Yang tertawa melihat tawamu
Yang sendu terbawa sedihmu
Memang bukan apa-apa hanya malu dan enggan
Aku memang bukan siapa-siapa hanya gambar diri yang kau lihat
Karena aku tahu
Pasti jua tiada arti ingin dan enggan
'Kan dicaci lalu menjadi abu
Dan tak akan kau namai itu kenangan
Jakarta, 12 Juli 2011
riskaar
Showing posts with label 2011. Show all posts
Showing posts with label 2011. Show all posts
Wednesday, July 13, 2011
Wednesday, April 20, 2011
Penakluk Badai
Sisa sejuta detik
Dan ia kan hadir
Menyerngit dahi
Kita penakluk badai
Kemarin biliun detik
Marah pada peluh
Jangan keluar!
Halau jiwa yang salah
Nanti satu detik
Jangan lari!
Hadapi, jua semua kan berakhir
Ambillah lagi tersimpannya mentari
Jakarta, 19 April 2011
riskaar
Dan ia kan hadir
Menyerngit dahi
Kita penakluk badai
Kemarin biliun detik
Marah pada peluh
Jangan keluar!
Halau jiwa yang salah
Nanti satu detik
Jangan lari!
Hadapi, jua semua kan berakhir
Ambillah lagi tersimpannya mentari
Jakarta, 19 April 2011
riskaar
Wednesday, February 9, 2011
Lagi
Setelah semuanya kembali lagi
Aku diterpa ombak lagi
Dikecam
Diancam oleh satu bibir tentang kematian
Tak terhitung detik
Merenung dan menghancur
Mendusta tentang penyesalan
Siapa? Entah hati atau aku
Yang merenung, menghancur
Yang berdusta tentang penyesalan
Aku buat semua mengerikan
Dan menjeruji semua kesedihan
Lalu mencemburui kenyataan
Dan menyesali penyesalan
Jakarta, 8 Februari 2011
riskaar
Aku diterpa ombak lagi
Dikecam
Diancam oleh satu bibir tentang kematian
Tak terhitung detik
Merenung dan menghancur
Mendusta tentang penyesalan
Siapa? Entah hati atau aku
Yang merenung, menghancur
Yang berdusta tentang penyesalan
Aku buat semua mengerikan
Dan menjeruji semua kesedihan
Lalu mencemburui kenyataan
Dan menyesali penyesalan
Jakarta, 8 Februari 2011
riskaar
Subscribe to:
Posts (Atom)